Nothing Gold Can Stay

So dawn goes down to day.
Nothing gold can stay.

(Robert Frost, 1923)

Secuplik puisi dari Robert Frost yang dikirimkan sahabat saya sepeninggal kakak saya mengingatkan kembali diri saya bahwa hidup ini tidak abadi. Ya, dunia ini fana. Ajal akan menemui manusia tanpa bisa diprediksi sebelumnya, indiscrimate, tua atau muda, di saat sehat dan sakit. Saya baru kehilangan kakak saya 1 Agustus kemarin. Peristiwa ini mungkin benar-benar membangunkan diri saya dan keluarga, karena kakak saya, Myra Puspasari, adalah orang yang sangat ceria dan selalu kami cintai.

Beberapa bulan sebelum beliau meninggal, ada cita-cita yang dirancang oleh saya, kak Myra, dan saudari saya yang satunya. Kami bersepakat ingin membuat bisnis pakaian serta aksesoris untuk wanita. Selain itu, setelah anaknya, Alifyandra, bermain di film “Batas”, beliau juga ingin sekali membuat film bersama saya, abang saya, dan saudara-saudara saya. Mimpi-mimpi manis itu masih terasa di benak saya hingga kini dan masih sulit bagi saya untuk percaya bahwa kakak saya tidak ada lagi di samping saya untuk bersama-sama mewujudkan mimpi kami. Sedih sekali kehilangan, tentu saja. Namun, selagi masih diberikan nikmat hidup di dunia, seharusnya kita bisa mengambil pelajaran hidup ini, dan untuk saya, saya harus tetap tegar dan kuat.

Life goes on, it’s our choice to keep going or just stay and stuck in sorrow.

Apa yang saya pelajari dari peristiwa-peristiwa kehidupan ini (ya, kematian adalah bagian dari peristiwa kehidupan) adalah untuk “just do it, it’s now or never“. Untuk mimpi  membuat clothing line bersama almarhumah kakak saya, akan saya lakukan inshallah tahun depan. Mengapa saya tetap ingin melakukannya? Saya masih ingat semangat membara kakak saya ketika merencanakan rencana-rencana itu bersama. Walaupun saat ini beliau sudah di alam yang lain, semangat itu masih terasa di samping saya. Believe. Satu kata yang cukup menggambarkan semangat itu.

Nature’s first green is gold,
Her hardest hue to hold.
Her early leaf’s a flower;
But only so an hour.
Then leaf subsides to leaf.
So Eden sank to grief,
So dawn goes down to day.
Nothing gold can stay.
(– Robert Frost; ‘Nothing Gold Can Stay’)

Walaupun hidup ini tidak abadi, setidaknya kita dapat menentukan apa yang ingin kita lakukan selama hidup dan bagaimana kita ingin dikenang setelah kita tiada. Life just goes on. It’s now or never.

Aug 15, 2011

Advertisements

One response to “Nothing Gold Can Stay

  1. Pingback: Death From The Eyes of A Believer « Samia Safa·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s