Between ‘Yes’ or ‘No’

Before I continue posting about my journey, I will post a writing from a book that I am still reading. The book is called “La Tahzan for Smart Muslimah” by Dr. ‘Aidh Abdullah Al-Qarni. Especially for this post, I’m using Bahasa Indonesia for some excerpt, as the book is the Indonesian translated version. (You can use Google Translate to understand this on your own language though :))
1261c6de70c011e18bb812313804a181_7
Ya!
Ya… untuk senyuman indahmu yang menghembuskan cinta dan menyebarkan kasih sayang kepada sesama.
Ya… untuk ucapan-ucapan baikmu yang membangun persahabatan sejati dan menjauhkan rasa dengki.
Ya… untuk dermamu yang membahagiakan si miskin, menyenangkan si fakir dan mengenyangkan si lapar.
Ya… untuk selalu bersanding dengan Al-Quran seraya membaca, menghayati dan mengamalkannya sambil bertobat dan beristighfar.
Ya… untuk senantiasa berzikir, beritighfar, memanjatkan doa dan memperbaiki tobat.
Ya… untuk bekerja keras mendidik anak-anakmu dengan agama, mengajarkan sunnah-sunnah Nabi kepada mereka dan mengarahkan mereka kepada hal-hal yang bermanfaat.
Ya… untuk rasa malu dan hijabmu yang diperintahkan Allah. Itulah satu-satunya cara untuk memelihara kesucian dan kehormatanmu.
Ya… untuk hanya bergaul dengan wanita-wanita baik yang selalu takut pada Allah, mencintai agama dan menjunjung tinggi nilai-nilainya.
Ya… untuk berbakti kepada kedua orangtua, menyambung silaturahmi, menghormati tetangga dan menyantuni anak yatim.
Ya… untuk membaca dan menelaah buku-buku yang bermutu dan bermanfaat.

Tidak!
Tidak… untuk menyia-nyiakan umurmu dengan hal-hal yang tidak berguna: semisal suka membalas dendam dan berdebat tentang perkara-perkara yang tiada bermanfaat.
Tidak… untuk mendewakan harta dan berupaya menimbunnya dengan mengorbankan kesehatan, kebahagiaan, tidur nyenyak dan istirahatmu.
Tidak… untuk mencari-mencari kesalahan orang lain, menggunjungnya dan melupakan kesalahan diri sendiri.
Tidak… untuk tenggelam dalam kenikmatan hawa nafsu dan menuruti segala yang diinginkannya.
Tidak… untuk menghabiskan waktu dengan para pengangguran dan bermain-main yang tiada mendatangkan faedah.
Tidak… untuk mengabaikan kebersihan badan, kerapian rumah, wewangian dan disiplin.
Tidak… untuk minuman-minuman yang diharamkan, rokok, syรฎsyah dan segala sesuatu yang mengandung penyakit.
Tidak… untuk selalu mengingat musibah yag telah berlalu, bencana yang telah lewat dan kesalahan yang terjadi.
Tidak… untuk melupakan akhirat dan bekal untuknya, serta mengabaikan keberadaannya.
Tidak… untuk menghambur-hamburkan harta dalalm perkara-perkara yang diharamkan, hura-hura dan kemaksiatan.

What a beautiful part of the book subhanallah. Inshallah this will always remind us to be a better Muslimah every day. Let’s keep on reminding each other to do good deeds and hopefully we are all gonna meet in Jannah.

So, choose wisely, when to say ‘yes’ or ‘no’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s